Alpha Veta

Kembali ke Buku

 

   Terbit       : Mei 2005
 Penerbit  : DAR - Mizan
 Tebal        : 212 halaman
 Harga       : Rp. 25.000,-
 Cetakan pertama
   
   

Sebuah bintang raksasa yang diketahui telah lama mati tiba-tiba memancarkan energi kembali. Fenomena itu pertama kali ditemukan oleh Arya Winarwan, seorang mahasiswa tingkat terakhir Jurusan Astronomi Institut Teknologi Bandung (ITB) yang sedang menyelesaikan skripsinya. Bintang baru itu diberi nama Alpha Veta. Bintang Alpha Veta berada di dekat planet Pluto. Besarnya beratus-ratus kali besar matahari.

Dua tahun kemudian, diketahui aktivitas Bintang Alpha Veta semakin meningkat. Suhu yang dikeluarkan akibat proses pembakaran energi di dalamnya mengeluarkan suhu yang makin meningkat dalam waktu yang sangat singkat. Dan karena jaraknya yang relatif dekat serta ukurannya yang jauh lebih besar dari matahari, peningkatan suhu itu dapat dapat membakar planet-planet yang berdekatan dengannya, termasuk Bumi. Kehidupan di Bumi terancam punah. Beberapa negara besar seperti AS menyiapkan cara untuk menyelamatkan kehidupan umat manusia, walau kemungkinannya sangat tipis.

Arya telah bekerja di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) di Jakarta. Dia membantu penelitian seorang ahli astronomi asal AS bernama Peter Gilbert, meneliti Alpha Veta. Ditengah tugasnya, Arya bertemu dengan Priska Chindyana, temannya semasa kuliah dulu. Tanpa sengaja, Priska yang bekerja sebagai reporter di salah satu stasiun tv swasta ikut terlibat dalam penelitian Arya. Sebelum Bumi terbakar, ternyata umat manusia di sebagian dunia lebih dulu mengalami bencana yang merupakan efek samping dari Alpha Veta. Panas Alpha Veta menyebabkan pasangnya air laut, dan melelehnya es di kutub. Kota-kota di pinggir pantai termasuk Jakarta terancam dihantam gelombang raksasa. Ketika Arya dan Peter akan mengungsi keluar kota , Priska menolak dengan alasan pekerjaan. Setelah kota Jakarta terendam air yang dalamnya mencapai 20 meter, Arya dan Peter kembali untuk mengetahui nasib Priska. Di jalan mereka bertemu dengan seorang dokter dan narapidana yang selamat dari gelombang raksasa.

Priska sendiri terluka di dalam gedung. Tidak hanya itu, hatinya juga sedih. Keluarganya yang berada di Jayapura, Papua tidak diketahui nasibnya. Semua komunikasi telah terputus. Priska tidak tahu, beribu-ribu kilometer dari tempatnya sekarang, adik perempuannya pun tengah berjuang melawan maut.

Setelah mengalami beberapa kejadian, akhirnya Arya menemukan Priska yang terluka. Tidak mudah menolong Priska. Banyak peristiwa yang kemudian terjadi. Arya dan Priska juga sempat mengenang kembali masa-masa saat mereka masih kuliah, termasuk perjalanan cinta mereka. Berbagai pikiran dan perasaan berkecamuk di setiap orang menjelang detik-detik kematiannya. Ada dokter yang egois, juga narapidana yang merasa yakin dirinya tidak bersalah. Ada juga pemimpin sebuah aliran sesat yang yakin bahwa hari kiamat akan datang hari ini, seperti yang pernah dijanjikan. Arya juga harus berhadapan dengan seorang perampok yang ingin merampas peralatan mereka. Sementara itu waktu semakin habis. Beberapa jam lagi Bumi akan menuju kehancurannya, menuju ke hari kiamat bagi umat manusia.